Berita

Dugaan APBD Menguap di Bangorejo, Gedung Yayasan Assyafiiyah Tak Kunjung Jadi.

124

BANYUWANGI, MEDNAS.ID –

Pembangunan Gedung Yayasan Assyafiiyah yang berlokasi di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, kini menuai sorotan tajam publik, Rabu (24/12/2025).

Proyek yang patut Diduga bersumber dari APBD Kabupaten Banyuwangi tersebut hingga kini belum juga rampung, meski telah berjalan cukup lama.

Kondisi bangunan yang masih terbengkalai menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, jika benar proyek ini menerima bantuan anggaran pemerintah, maka seharusnya ada kejelasan soal nilai anggaran, tahun pelaksanaan, progres pekerjaan, serta mekanisme pengawasan,”Sebut salah satu warga yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Ironisnya, hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi dan transparan dari pihak yayasan maupun instansi terkait mengenai keterlambatan penyelesaian proyek tersebut,”pungkasnya.

Menurut ketua BCW (Masruri) mengatakan bahwa pemberian bantuan hibah ini di Banyuwangi banyak menuai masalah, Kadang karena hubungan Politik dan Kedekatan akhirnya dapat hibah.

Sementara pengawasan lemah Seperti bantuan di Yayasan Assyafiiyah di Kebondalem yang terkesan mangkrak padahal sudah di bantu ratusan juta dari Pemerintah Daerah Banyuwangi.

Lanjut Masruri mengatakan bahwa Situasi ini memicu dugaan adanya ketidakwajaran dalam pengelolaan anggaran, termasuk potensi kelalaian pengawasan atau penyimpangan pelaksanaan,”tegasnya

Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan dan Inspektorat Kabupaten Banyuwangi, untuk segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh.

Langkah ini dinilai penting guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan uang negara serta menjamin akuntabilitas penggunaan APBD.

Transparansi dan penegakan hukum menjadi keharusan agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah tidak terus terkikis.

Jika dibiarkan berlarut, proyek mangkrak seperti ini dikhawatirkan hanya akan menjadi monumen pemborosan anggaran tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.

(Tim).

Exit mobile version