Berita

Antrian Truk di SPBU Hegar Baypass Alang-Alang Lebar Picu Kemacetan Parah: Ruko Merugi, Warga Minta Penertiban Tegas

61

Palembang,mednas.id — Kemacetan kronis kembali menjadi keluhan utama masyarakat di kawasan SPBU Hegar, Jalan Bypass Alang-Alang Lebar Palembang. Hampir setiap hari, antrean panjang mobil besar—terutama truk—mengular di bahu jalan untuk mengisi BBM. Tidak jarang antrean tersebut bahkan mencapai dua lapis, membuat arus lalu lintas tersendat dan mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Masalah tidak berhenti sampai di situ. Antrean kendaraan yang menumpuk tepat di depan deretan ruko membuat akses masuk ke toko-toko tersebut tertutup. Pelanggan yang hendak berbelanja terpaksa membatalkan niat karena pintu masuk tertutup rapat oleh badan truk yang parkir menunggu giliran.

Seorang pemilik toko yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keluhannya.
“Setiap hari seperti ini. Pembeli tidak bisa masuk karena truk menutup akses. Omset turun jauh, toko jadi sepi. Kami sudah berkali-kali mengeluh tapi tidak ada tindakan nyata,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah memperlancar mobilitas dan menata kawasan perdagangan. Pasalnya, antrean kendaraan di SPBU semestinya diatur dengan tegas agar tidak memakan badan jalan dan tidak mengganggu akses usaha masyarakat sekitar.

Warga dan pemilik ruko menilai bahwa situasi ini sudah berlangsung terlalu lama tanpa solusi. Mereka menilai perlu adanya tindakan tegas dari pihak SPBU, aparat kepolisian, dan Dinas Perhubungan untuk menata ulang jalur antrean serta memastikan kendaraan berat tidak seenaknya berhenti di bahu jalan.

“Jangan sampai kepentingan SPBU justru merugikan pelaku usaha dan pengguna jalan. Harus ada pengawasan, pembatasan antrean, atau rekayasa jalur masuk SPBU supaya tidak mengganggu jalan umum,” tambah warga sekitar.

Kritik pun mencuat mengenai lemahnya pengawasan di titik rawan kemacetan seperti ini. Masyarakat menilai bahwa bila dibiarkan, kondisi ini bukan hanya merugikan ekonomi lokal tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penertiban berarti di lokasi tersebut. Warga berharap pemerintah kota segera turun tangan sebelum masalah semakin parah dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi pengguna jalan maupun pelaku usaha di sekitar SPBU.

Exit mobile version