Banyuasin,mednas.id — Kerusakan jalan akibat aktivitas dump truck pengangkut tanah di sejumlah kawasan pemukiman di Talang Kelapa akhirnya memuncak menjadi protes warga. Kondisi jalan yang semakin rusak dan menghambat mobilitas masyarakat mendorong pemerintah turun tangan melakukan mediasi.
Mediasi digelar di Ruang Rapat Kantor Camat Talang Kelapa pada Jumat (28/11), difasilitasi langsung oleh pihak Kecamatan Talang Kelapa bersama Polsek Talang Kelapa. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi protes warga pada Selasa (25/11) yang menuntut penanganan konkret, bukan sekadar janji.
Hadir dalam mediasi tersebut perwakilan warga dari perumahan Grand Mutiara Persada, Grand Mutiara Hill, Airlangga, Mutiara Talang Kelapa, serta Bukit Rahma Persada. Pemerintah Desa Talang Buluh, unsur kecamatan, kepolisian, serta pihak pengembang PT Putra Rantau Bersatu turut duduk satu meja membahas solusi.
Dalam forum tersebut warga menyampaikan keluhan secara tegas dan meminta kepastian perbaikan jalan serta pengaturan ulang lalu lintas kendaraan berat agar tidak kembali merusak fasilitas umum.
Pihak pengembang PT Putra Rantau Bersatu ketika diwawancarai menyatakan akan bertanggung jawab penuh dan berkomitmen segera memperbaiki kerusakan jalan dan gorong-gorong yang terdampak aktivitas kendaraan dump truck.
Hasil rapat dituangkan dalam dokumen kesepakatan resmi dan disepakati seluruh pihak. Foto bersama para peserta mediasi menjadi simbol bahwa penyelesaian masalah ini dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan berbasis kepentingan warga.
Warga kini menunggu realisasi—bukan sebatas janji—agar fasilitas jalan kembali layak dan aktivitas harian warga tidak lagi terganggu.












