Murung Raya, mednas. id- Upaya memperkuat kualitas kepemimpinan gereja dan pelayanan pendidikan rohani anak terus digencarkan di Kabupaten Murung Raya. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Seminar Hamba-Hamba Tuhan, Kepemimpinan Gereja, dan Pelatihan Guru Sekolah Minggu yang digelar di Balai Jemaat Nazaret, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber nasional, Dr. Choi Chi Hyun, M.Pd., M.A, yang dikenal luas sebagai akademisi dan praktisi pendidikan Kristen. Seminar ini diikuti para pendeta dan pelayan gereja dari berbagai denominasi se-Kabupaten Murung Raya, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan lintas gereja dalam membangun pelayanan yang relevan dan bermutu.
Mewakili Bupati Murung Raya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Murung Raya Batara, S.Pd., M.M., turut hadir sekaligus menyampaikan sambutan. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang gereja sebagai mitra strategis dalam membangun karakter, etika, dan ketahanan sosial masyarakat.
“Peran hamba Tuhan dan guru Sekolah Minggu sangat fundamental dalam membentuk generasi muda yang beriman, berintegritas, dan cinta damai. Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan-kegiatan pembinaan seperti ini karena sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia Murung Raya,” ujarnya.
Seminar ini tidak hanya menekankan aspek teologis, tetapi juga menyentuh isu-isu aktual kepemimpinan gereja di tengah perubahan sosial yang cepat. Dr. Choi Chi Hyun dalam pemaparannya menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani (servant leadership), adaptif terhadap tantangan zaman, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai iman.
Sementara itu, sesi pelatihan Guru Sekolah Minggu difokuskan pada peningkatan metode pengajaran yang kreatif, komunikatif, dan kontekstual. Para peserta dibekali pendekatan pedagogis modern agar pesan-pesan Alkitab dapat disampaikan secara efektif dan menarik bagi anak-anak di era digital.
Para pendeta dan peserta menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai seminar ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang refleksi dan pembaruan pelayanan gereja agar tetap relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat luas.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para hamba Tuhan di Murung Raya semakin siap menjawab tantangan pelayanan, memperkuat kepemimpinan gereja, serta melahirkan generasi muda Kristen yang berkarakter kuat, toleran, dan berkontribusi nyata bagi daerah.
