Puruk Cahu, mednas. id- Pemerintah Kabupaten Murung Raya kembali menegaskan komitmennya pada penguatan ekonomi kerakyatan. Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, SHI, MH, atas nama Bupati Heriyus, SE, resmi membuka Pasar Ramadan 1447 Hijriah di halaman Masjid Al Istiqlal Puruk Cahu, Kamis (19/2/2026).
Sebanyak 41 pedagang ambil bagian dalam kegiatan yang digelar selama satu bulan penuh sepanjang Ramadan. Mereka menyajikan aneka kuliner berbuka puasa, produk olahan rumahan, hingga jajanan khas daerah yang menjadi daya tarik masyarakat setiap sore.
Rahmanto menegaskan, Pasar Ramadan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan instrumen konkret untuk menggerakkan ekonomi lokal. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin UMKM hanya bertahan, tetapi harus tumbuh dan naik kelas.
“Ramadan adalah momentum spiritual sekaligus momentum ekonomi. Kita ingin perputaran uang terjadi di daerah sendiri, dinikmati pelaku usaha lokal, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya lugas.
Kehadiran Bupati Heriyus, Ketua DPRD Murung Raya Rumiadi, SH, MH, unsur Forkopimda, serta kepala OPD teknis menunjukkan dukungan penuh lintas sektor terhadap penguatan UMKM. Sinergi ini dinilai penting agar geliat ekonomi selama Ramadan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkelanjutan.
Bupati Heriyus menekankan, sektor UMKM merupakan fondasi ekonomi daerah yang harus terus diperkuat melalui ruang-ruang pemasaran yang nyata. Menurutnya, pasar rakyat seperti ini menjadi wadah strategis mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung tanpa sekat.
“Kalau UMKM kuat, ekonomi daerah ikut kokoh. Pemerintah hadir untuk memastikan ruang usaha tetap terbuka dan berkembang,” tegasnya.
Pasar Ramadan di Puruk Cahu diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka. Selain memudahkan warga mendapatkan kebutuhan takjil dan kuliner, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan sosial di bulan suci.
Dengan partisipasi 41 pedagang dan dukungan penuh pemerintah daerah, Pasar Ramadan 1447 H diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata—menggerakkan roda usaha kecil, memperluas pasar, serta memperkuat daya tahan ekonomi Murung Raya di tengah dinamika tantangan nasional.
