Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Berita

Diduga Dianiaya, Napi Banyuasin Tewas Mendadak, Keluarga Desak Keadilan  

120
×

Diduga Dianiaya, Napi Banyuasin Tewas Mendadak, Keluarga Desak Keadilan  

Sebarkan artikel ini

Banyuasin Mednas.id — Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Kelas II B Serong, Banyuasin, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (10/3/2026) sore, dengan luka memar di seluruh tubuhnya. Korban berinisial Sandi (29), warga Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang, yang divonis 4,5 tahun penjara atas kasus narkoba, diduga meninggal akibat dianiaya oknum petugas lapas.

Ditemui di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, ayah kandung korban, Arifin (55), menyatakan bahwa keluarga baru menerima kabar kematian Sandi dari teman satu kamar korban pada malam hari pukul 19.30 WIB. Ia menyebutkan bahwa pihak keluarga tidak mendapat pemberitahuan resmi dari pihak lapas.

“Kami mendapat kabar dari teman satu kamarnya bahwa Sandi dibawa ke rumah sakit. Pihak lapas sama sekali tidak mengabarkan soal kematian anak saya,” ujarnya.

Saat tiba di IGD RSUD Sukajadi KM 14 Banyuasin, keluarga mendapati Sandi dalam keadaan sudah tidak bernyawa, dengan luka-luka di kepala, telinga, wajah, serta luka di tangan dan kaki. Arifin menyebutkan, terdapat luka memar di kedua telinga dan wajah, serta luka akibat benturan di tubuh korban.

Perasaan ada yang janggal mendorong keluarga membawa jenazah Sandi ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan visum.

“Kami bawa jenazah ke sini karena kematian Sandi kami anggap janggal dan tidak wajar,” tegas Arifin.

Selain itu, keluarga menyatakan bahwa pihak lapas berkilah bahwa Sandi jatuh dari kamar mandi. Namun, menurut cerita dari teman satu kamar, sekitar pukul 17.30 WIB, Sandi sempat keluar dari kamar dan didampingi petugas lapas, kemudian tidak kembali lagi ke kamar.

“Dari cerita teman satu kamarnya, setelah keluar dari kamar, Sandi tidak masuk lagi, dan akhirnya langsung dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Arifin menegaskan bahwa selama ini Sandi tidak memiliki riwayat penyakit, dan sebelum meninggal, sempat berkomunikasi melalui telepon dalam kondisi sehat.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga berharap pihak berwenang melakukan penyelidikan mendalam dan transparan guna mengungkap penyebab kematian Sandi secara objektif, serta menegakkan keadilan.

 

 

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!