Berita

Murung Raya Surplus di Tengah Kelesuan Global

66
Oplus_131072

Murung Raya, mednas. id-  Murung Raya tak larut dalam tekanan ekonomi global. Di saat banyak daerah berjibaku menghadapi perlambatan, kabupaten di pedalaman Kalimantan ini justru mencatatkan surplus yang ditopang sektor riil—pertanian dan produk olahan lokal.

Panen raya padi yang tengah berlangsung menjadi tulang punggung. Produksi meningkat, serapan pasar stabil, dan perputaran uang di tingkat petani bergerak. Di saat bersamaan, musim durian ikut menyumbang denyut ekonomi. Tidak sekadar buah segar, durian diolah menjadi berbagai produk turunan seperti dodol durian yang punya nilai tambah dan daya jual.

Murung Raya memasuki panen raya kwartal pertama.

“Ini menjadi margin positif di tengah kelesuan ekonomi,” ujar Bupati Murung Raya, Heriyus, SE, dalam rilis yang diterima redaksi mednas. id. 

Fenomena ini menunjukkan satu hal: ekonomi lokal yang bertumpu pada potensi daerah masih punya daya tahan. Ketika sektor lain melambat, pertanian dan UMKM justru menjadi bantalan.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya tak ingin momentum ini berlalu begitu saja. Dorongan terhadap pelaku UMKM terus diperkuat, mulai dari pembinaan, akses pasar, hingga pengembangan produk. Targetnya jelas, agar geliat ekonomi tidak hanya musiman, tetapi berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi strategi menghadapi ancaman resesi yang belum sepenuhnya reda. Dengan memperkuat sektor riil dan ekonomi kerakyatan, Murung Raya berupaya menjaga stabilitas sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru.

 

 

Exit mobile version