Murung Raya, mednas. id- Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Murung Raya Heriyus, SE bersama Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, SHI menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian program pembangunan sekaligus memperkuat arah kebijakan daerah ke depan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Murung Raya, Jalan Jenderal Sudirman, Puruk Cahu, Kamis (5/3/2025) tersebut dihadiri para kepala SKPD, camat serta perwakilan dari 10 kecamatan di wilayah Murung Raya. Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya Dina Maulidah, SHI.
Dalam sambutannya, Bupati Heriyus menegaskan bahwa refleksi satu tahun kepemimpinan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah daerah hingga ke level paling bawah.
Menurutnya, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Momentum satu tahun kepemimpinan ini menjadi bahan evaluasi bersama. Kita ingin memastikan setiap program yang telah dijalankan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Heriyus.
Dalam kesempatan tersebut Heriyus juga memaparkan capaian sejumlah program prioritas daerah, termasuk implementasi sembilan Kartu Hebat yang menjadi program unggulan Pemerintah Kabupaten Murung Raya.
Program tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi indikator capaian pembangunan selama satu tahun terakhir, tetapi juga akan dijadikan parameter pembangunan sekaligus arah kebijakan pembangunan Murung Raya dalam empat tahun ke depan.
“Program yang sudah berjalan akan terus kita perkuat agar pembangunan daerah berjalan lebih terarah, terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Heriyus juga menegaskan pentingnya menghilangkan ego sektoral antar perangkat daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kekuatan kolaborasi seluruh OPD.
Sementara itu Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin dalam arahannya turut menyoroti pentingnya evaluasi kinerja setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Ia menegaskan bahwa aparatur pemerintah daerah harus mampu bekerja lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rahmanto juga menekankan pentingnya penerapan sistem jemput bola dalam pelayanan publik, sehingga pemerintah tidak hanya menunggu laporan masyarakat tetapi aktif turun langsung ke lapangan untuk mengetahui persoalan yang terjadi.
“Pelayanan publik harus proaktif. Pemerintah harus hadir langsung di tengah masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan mereka,” tegasnya.
Melalui momentum refleksi satu tahun kepemimpinan ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap seluruh jajaran perangkat daerah semakin solid dalam menjalankan program pembangunan serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah dalam empat tahun mendatang.
