Scroll untuk baca artikel
Berita

Totoh Dalo, Negara Hadir Menjaga Warisan Adat

101
×

Totoh Dalo, Negara Hadir Menjaga Warisan Adat

Sebarkan artikel ini

Murung Raya, mednas. id-

Komitmen menjaga dan menghormati nilai-nilai kearifan lokal kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Bupati Murung Raya, Heriyus, SE, menghadiri langsung prosesi adat Totoh Dalo yang digelar masyarakat Desa Kolam, Kecamatan Tanah Siang Timur, Minggu (28/12/2025).

Dalam prosesi sakral tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Murung Raya, Dr Yulianus, MSi, serta Ketua Forum Kedamangan Kabupaten Murung Raya yang juga Damang Koordinator, Tono Setiawan, SH. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi penegasan bahwa negara tidak berdiri di luar tradisi, tetapi hadir dan menghormati nilai adat yang hidup di tengah masyarakat.

Totoh Dalo merupakan ritual adat Dayak yang memiliki makna mendalam. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus pengantaran arwah almarhum menuju Lowu Tato, alam keabadian yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir arwah leluhur. Ritual ini tidak sekadar seremonial, melainkan perwujudan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Bupati Heriyus menyampaikan bahwa adat istiadat adalah identitas dan jati diri masyarakat Murung Raya yang harus dijaga bersama. Menurutnya, pembangunan tidak boleh memutus akar budaya, justru harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

“Adat adalah roh dari kehidupan masyarakat kita. Pemerintah daerah berkewajiban hadir, melindungi, dan memberi ruang agar adat dan budaya tetap lestari di tengah arus modernisasi,” tegas Heriyus.

Senada dengan itu, Damang Koordinator Tono Setiawan. SH, menekankan bahwa Totoh Dalo bukan hanya ritual keluarga, tetapi bagian dari sistem nilai adat yang mengajarkan penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, serta keseimbangan hidup. Ia mengapresiasi kehadiran Bupati dan jajaran sebagai bentuk pengakuan terhadap peran lembaga adat.

Prosesi berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Doa-doa adat dipanjatkan sebagai pengantar arwah, sekaligus penguatan ikatan sosial antarwarga desa.

Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial, kehadiran pemerintah daerah dalam ritual adat seperti Totoh Dalo menjadi pesan kuat bahwa pembangunan Murung Raya tidak semata soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga martabat budaya dan nilai luhur masyarakatnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *