Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Berita

HNSI Banyuasin Minta KKP dan Instansi Terkait Turun Lapangan Usut Penyebab Ikan Paus Masuk Pemukiman Warga Sungsang  

164
×

HNSI Banyuasin Minta KKP dan Instansi Terkait Turun Lapangan Usut Penyebab Ikan Paus Masuk Pemukiman Warga Sungsang  

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN Sumatera Selatan Mednas.id– Indra Setiawan, SE Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Banyuasin (DPC HNSI) meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan dan investigasi terkait masuknya ikan paus ke wilayah pemukiman warga Sungsang, Banyuasin.

HNSI menilai kejadian tersebut tidak boleh hanya dilakukan penanganan sementara, mengingat ikan paus merupakan satwa laut yang mendapatkan perlindungan. Keterlambatan penanganan dikhawatirkan dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi hewan laut tersebut. KKP sendiri memiliki kewenangan dalam penanganan biota laut dilindungi dan kejadian terdampar maupun konflik satwa laut.

Indra menyampaikan bahwa pemerintah perlu mencari penyebab utama mengapa ikan paus dapat masuk hingga mendekati pemukiman warga Sungsang, apakah akibat perubahan ekosistem laut, gangguan habitat, kondisi perairan, aktivitas manusia, atau faktor lainnya.

“Ini bukan hanya persoalan penyelamatan ikan paus, tetapi harus dicari akar masalahnya. Kami meminta KKP, pemerintah daerah, dan instansi terkait segera turun melakukan pemeriksaan di lokasi Sungsang agar dapat diketahui penyebab sebenarnya,” ujarnya.

HNSI juga meminta agar masyarakat di sekitar Sungsang diberikan edukasi dan imbauan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa tersebut karena merupakan hewan yang harus dilindungi. KKP dalam berbagai penanganan satwa laut dilindungi menekankan pentingnya koordinasi lapangan dengan instansi terkait dalam proses penyelamatan dan perlindungan.

Menurut HNSI, kejadian yang terjadi di Sungsang ini menjadi perhatian bersama karena laut merupakan ruang hidup bagi nelayan dan berbagai jenis biota. Pemerintah diharapkan melakukan langkah cepat, penelitian, serta evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Red

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!